"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Sindi, Siswa qu

Namanya Sindi Ola Risanda, Siswa program pendidikan kesetaraan Paket A PKBM Az zahra Kepahiang. Sindi yang lahir Tebing Penyamun, 27 April 2004 ini adalah siswa termuda yang belajar di PKBM tahun 2016/2017.

Bocah periang ini hanya mengecap sekolah formal selama satu semester di kelas 1 SD. Dan dia mogok sekolah karena malu selalu diolok olok teman sebagai anak miskin dan tidak punya bapak. Sindi lahir dari ibu muda yang bermasalah sosial dalam rumah tangganya. Kemiskinan dan masalah sosial yang membelenggu ibu muda tersebut membuatnya sering kawin cerai. Sehingga sindi tidak mengetahui dengan persis siapa ayah sebenarnya. Dia enam bersaudara dan hampir tak satupun saudaranya yang sekolah.  Selanjutnya dia memilih diam di rumah dan membantu neneknya yang sudah renta berkebun. Sindi masih buta huruf dan sama sekali belum mengenal angka dan huruf.

Pada tahun 2016, sindi menjadi sasaran program dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepahiang dengan program pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung program keluarga harapan (PKH). Sindi mendapatkan pendamping bernama Nira Elvianti, SE.

Tugas pendamping salah satunya adalah membujuk pekerja anak untuk kembali ke sekolah. Dia memberi pemahaman tentang masa depan dan pentingnya ke sekolah, membujuk sindi agar melanjutkan pendidikan. Dan alhamdulillah pada bulan agustus 2016, ananda sindi diantar ke PKBM az zahra Kepahiang untuk mengikuti program paket A. Sindi masuk ke tingkat 1 di karenakan masih butuh bimbingan khusus dalam  membaca menulis dan berhitung. Dan ternyata sindi tidak sendirian, masih ada 4 anak seusianya yang mendaftar ke az zahra dan kondisi pendidikannya tidak jauh dari sindi.

Hari ini, sindi sudah bisa gabung dengan kawan kawannya yang lain, karena dia sudah bisa membaca menulis dan berhitung dengan baik. Sindi sudah belajar dengan kelas yang lebih besar dan kawan kawan paket A lainnya di tingkat 2. Kami sanggat sayang dengan anak yang hebat ini. Dan berharap banyak dia dapat menyelesaikan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi nantinya. aaamiiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − sixteen =