"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Sehari untuk amal…23 komunitas berbeda gendre numplek jadi satu

Sehari untuk amal….23 komunitas berbeda gendre numplek jadi satu

Kebayang nggak kalo beberapa komunitas yang berbeda gendre dan aliran bersatu dalam kebersamaan? Sama-sama ngamen amal. Yaa….mengapa tidak? Mereka bilang hobi dan minat boleh berbeda, tapiii….untuk amal dan kemanusiaan mereka bisa bekerjasama. Dan terbukti………..23 komunitas berbeda di Kabupaten Kepahiang kompak bersatu dalam kegiatan berjudul Ngamen Amal (Day Of Charity) atau sehari dalam beramal.

Minggu, 12 Januari 2020 di Lapangan Tugu Kopi Kepahiang menjadi ajang pembuktian dan hari bersejarah bagi 23 komunitas tersebut. Di sana kumpul para penulis, pecinta teater, penyuka musik tradisional, penyuka musik modern, pecinta bola, geng motor, pramuka, wirausaha kopi sampai dengan para pengerak perempuan berdaya. Mereka numplek, bersatu dan saling mengisi.

Yuk simak apa komentar mereka tentang aksi ini!

Komunitas Seni Sastra Budaya Ruang Rupa Metamorfosa

Digagas oleh Komunitas Seni Sastra Budaya Ruang Rupa Metamorfosa yang dipimpin oleh Ritmha Candra Ariesha, S.Pd yang ingin menampilkan kreasi mereka sebagai bagian dalam pengalangan dana. Kegiatan sosial berupa pengalangan dana ini akan disumbangkan kepada korban banjir dan masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Kepahiang maupun daerah terdampak bencana lainnya. Sumbangan yang dikumpulkan berupa dana, pakaian pantas pakai, buku-buku sekolah, makanan dan lainnya.

 

Pertunjukan teaterikal kami tadi judulnyo “Belenggu”.  Sebuah pementasan teaterikal simbolis tentang kebebasan yang di belenggu oleh keterbatasan kita dalam melawan membawa kebebasan pada orang lain.  Dalam pertunjukan teater ini kami mencoba menyampaikan lewat kegiatan ini kita tidak perlu takut untuk menunjukan jati diri dalam membantu orang lain terutama lewat sebuah kebersamaan.

Alhamdulillah…,  saya sangat senang dan bangga bisa membuat acara yang tadinya sederhana tapi bisa di buat dengan cukup besar.  Ini merupakan ajang kumpul komunitas terbesar se-Kab Kepahiang. Dan mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya untuk hari ini tapi countinity hingga kedepannya. 

Delegasi Pejuang Budaya Sanggar Bambu Runcing

Acara dimulai dengan penampilan kesenian daerah berupa seni pukul doll dari Delegasi Pejuang Budaya Sanggar Bambu Runcing yang dipimpin oleh Benny Ariansyah. Sanggar ini sudah cukup terkenal baik di Kabupaten, Provinsi maupun tingkat nasional. Sangar Bambu Runcing yang beralamat di Dusun Kepahiang, Gg.Harapan Maju, Perum Raflesia Residen ini didirikan sejak tahun 2012, biasanya disebut dalam keseharian para anggota dengan sebutan sanggar BMB Kepahiang. Sanggar  ini terus melestarikan kesenian di Daerah provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Kepahiang.

 

Kampung Dongeng Kepahiang

Tak kalah heboh penampilan Kak Lena dan Boneka tangan yang bernama Aa Kibo melalui Kampung Dongeng Kepahiang. Komunitas yang baru berdiri tahun 2019 ini berhasil menghipnotis anak-anak usia dini yang datang menonton kegiatan Ngamen Amal untuk Charity. Mereka merasa terpanggil  setelah mendengar bencana alam di berapa tempat, untuk itu kampung dongeng ikut berbagi dan berpartisipasi melalui kegiatan mendongeng. Dalam aksi amal ini kampung dongeng berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.1.040.000,- (Satu juta empat puluh ribu) dalam beberapa jam saja.

 

Tadi kami menceritakan bahwa kita jangan pernah berburuk sangka kepada orang punya. Teman tidak boleh memilih milih. Siapapun itu saudara kita. Dongeng tadi di angkat dari kisah Putri Mawar Berduri. Mendongen bisa membuat anak betah dan konsentrasi di saat mendengarkan dongeng di mana ada pesan moral  dan pendidikan karakter dalam dongeng. Pesan dari peserta kapan lagi ado acara dongeng masal seperti ini? Ibu-ibu sangat gembira karena di saat mendengar dongeng anak mereka lupa akan gadged atau hp.

KORDA Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kepahiang

Nyayu Mashita bersama timnya di KORDA Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kepahiang tak mau ketinggalan. Komunitas yang beralamat di Perm. Rowinda blok A no. 9, Padang Lekat Kepahiang ini memang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

 

Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa, menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, dan mampu menyatukan semua komunitas yang ada di Kepahiang dalam melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat serta mampu meningkatkan jiwa kepedulian terhadap sesama. Pesannya, semoga kegiatan kebaikan seperti Ngamen Amal ini dapat berkelanjutan dan terus menjadi kebiasaan baik para pemuda-pemudi milenial di Kab. Kepahiang sehingga tumbuhlah insan milenial yang berjiwa kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

Viking Kepahiang

Club bola ikut ngamen juga? Yup…… suporter bola klub Persib Bandung yang bergabung dalam wadah Viking Kepahiang. Dengan komando Kurniawan yang aktif dan gesit berhasil memukau pejalan kaki dan pengendara motor serta mengerakkan hati mereka untuk menyumbang dana melalui kardus yang mereka bawa.

 

Acara ini sangat lah bagus. Selain menjadi kegiatan amal yang positif. Kita bisa saling menjalin komunikasi antar komunitas. Kereeen abieessss.

Kopi Ikhlas

Shubhan fernando (Aan) coach barista Kopi Ikhlas ikut ambil bagian. Melalui stand kopi yang disediakan, dia mengedukasi masyarakat baik mulai dari proses hingga seduh kopi yang nikmat dan mantap.

 

Alhamdulillah.. antusias warga sangat baik. Dan ini acara kopi ikhlas yang ke 4 barengan 23 komunitas di Kepahiang. Stand ini rame dikunjungi masyarakat, dan sekitar 700 cup kopi berhasil disajikan untuk kegiatan ngamen amal ini.

Sanggar Kertas

Sekumpulan anak muda ramai mengelilingi Rio Ariyanto S.Pd, seniman muda yang mahir mengambar sketsa wajah. Guru kesenian di SMA 1 Kepahiang ini memang jago dalam hal mengambar wajah orang. Dengan menyumbang sepuluh ribu rupiah sudah dapat memiliki sketsa gambar darinya.

 

Aksi ini sangat menarik  dan menginspirasi. Kepahiang punya banyak orang-orang kreatif. Dan hari ini telah di buktikan dengan kekompakan berbagai komunitas di kepahiang.

Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI)

Umi Yesi, Ketua DPC FPPI Kab Kepahiang mengajak 22 orang timnya ikut ngamen amal di seputaran Tugu Kopi Kepahiang. Perempuan-perempuan hebat di Kabupaten Kepahiang ini tak ragu menyisir los-los pasar dan menyetop pengendara yang melewati mereka untuk menyumbang amal.

 

Sekecil apapun peran sertamu, ketahuilah….bahwa peran kecil itulah penyempurnanya.

Terakhir semua komunitas berkumpul menyudahi acara. Informasi sementara terkumpul dana sebesar Rp.6.741.000,- (enam juta tujuh ratus empat puluh satu ribu rupiah), 1 kardus buku tulis, 7 karung baju layak pakai dan 1 kartus mie instan.  

 

Ketua panitia, Irawan, S.Pd mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi teman-teman semua. Kami sangat merasa terharu, kalo bukan karena dukungan dan kerjasama semuanya acara hari ini mungkin tidak akan sebesar dan sesukses ini. Menurut saya ini adalah acara persatuan komunitas terbesar yang pernah kita laksanakan di Kab Kepahiang bahkan mungkin di Prop Bengkulu.

Sebelum bubar mereka menyempatkan diri bersih-bersih lokasi kegiatan. Indahnya kebersamaan…

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =