"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Perdana Mendapat Bantuan APBD, SPNF SKB Benteng Sosialisasikan K13 dan Siap Menulis Buku

Bengkulu Tengah, 1 November 2019.  Perdana mendapatkan bantuan Anggaran dari APBD Kabupaten Bengkulu Tengah, SPNF SKB Bengkulu Tengah mengadakan Sosialisasi Kurikulum 2013 bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan yang bertempat di Aula PAUD Sayang Bunda, Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat. Kabupaten Bengkulu Tengah, pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 1 November 2019. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Saidirman SE, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Benteng yang menyampaikan arahan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan nantinya dapat di implimentasikan di lembaga masing-masing.

Narasumber antara lain Bapak Ferry Hazo Aprianto, SH Kepala Bidang PNF Benteng yang menyampaikan tentang Kebijakan Pendidikan Nonformal. Bapak Lonnys Suryanto, M.Pd Pamong dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu. Beliau menyampaikan materi Pembelajaran berbasis modul pada Kurikulum 2013 dan Sebaran muatan pembelajaran pada SKK. Ibu Peavey Marisha, S.Pd.I Asesor PKBM dari BANP dan Dikmas Bengkulu yang menyampaikan materi tentang Pembelajaran tatap muka, tutorial dan mandiri pada Pendidikan Kesetaraan, serta penyusunan RPP K13 Pendidikan Kesetaraan.

 

Pada kesempatan itu Ibu Ade Juni Setriana, S.Pd Kepala SPNF SKB Bengkulu Tengah juga mengundang Umi Yesi untuk hadir dan ikut mewarnai kegiatan tersebut. Beliau ingin sekali para tutor yang menjadi peserta kegiatan dapat melahirkan karya  nyata, terutama bagi lembaga nonformal yang dipimpinnya. Karya yang diterbitkan menjadi sebuah buku. Umi Yesi, Penulis sekaligus Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang merespon permintaan tersebut dengan antusias. Beliaupun menyanggupi untuk berbagi tips-tips keren menulis buku dengan slogannya Menulis Semudah Bercerita.

 

“Semua orang, tak terkecuali siapapun dia, mempunyai potensi yang sama dalam menulis. Sebab menulis itu semudah orang bercerita,” paparnya.

Diawali dengan merubah mainset peserta tentang menulis, Umi menyampaikan kata-kata ajaib yang harus mereka katakan berulang-ulang hingga masuk ke alam bawah sadar. Kata ajaib tersebut adalah: Mengubah kata “SULIT” menjadi  “MUDAH’; Mengubah kata “TIDAK” Menjadi  “YA”; Mengubah kata “TIDAK MUNGKIN” Menjadi “MUNGKIN”; Mengubah kata “ BIASA” Menjadi “LUAR BIASA”

Kata ajaib tersebut adalah kalimat positip yang bisa menjadi energi bagi penulis pemula yang biasanya masih ragu akan kemampuan dirinya. Padahal semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi penulis terkenal. Penulis yang dapat menginspirasi dan menjadi rujukan banyak orang. Hanya saja kemampuan itu tertutupi oleh perasaan tak mampu dan mengkerdilkan potensi diri. Oleh karena itu sebelum kelas menulis dimulai, Umi selalu memberi sugesti kepada peserta didik bahwa mereka bisa dan pasti bisa menjadi penulis. Sebab menulis itu mudah semudah orang bercerita.

Mengapa menulis itu mudah? Karena menulis adalah bercerita. Ketika kita bercerita apakah sulit untuk mengungkapkannya? Tentu saja tidak! Bercerita sangatlah mudah. Dan hal tersebut kita lakukan setiap saat di hari-hari kita. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita dapat bercerita tentang kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi pada kita. Itu artinya cerita adalah perjalanan hidup. Bedanya kalau bercerita mengunakan mulut. Informasi yang berasal dari otak kita ungkapkan melalui lisan, mulut. Nah…sekarang ganti, informasi atau peristiwa yang terjadi tidak kita ceritakan melalui lisan melainkan melalui tulisan. Dari otak pindah ke tangan. Tulis lis lis…..tulislah.

Di akhir acara, peserta mendapat tugas untuk menulis naskah berjumlah minimal 5 halaman. Naskah bertema tentang Pendidikan Nonformal yang akan di ketik dan dikirim ke email helmiyesi32@gmail.com paling lambat 10 hari dari sekarang. Setiap tulisan peserta akan dikumpul menjadi satu buku dan diterbitkan menjadi kumpulan cerita.

 

Pesan Penting Umi, peserta hanya bertugas MENULIS, tidak yang lain. Penulis pemula tidak disarankan membaca naskahnya berulang-ulang, dikhawatirkan naskahnya tidak akan selesai  karena sibuk edit sana sini. Peserta hanya menulis, tanpa membaca ulang naskahnya. Selebihnya serahkan ke tim kreatif az Zahra yang menyempurnakannya. Tim kreatif Az Zahra sudah komplit, mulai dari tim editor, tim lay out, tim desain cover dan tim pengurusan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Pendampingan lebih lanjut akan dilakukan di kelas online melalui media whatsapps.

Nah….tunggu apalagi? Jangan khawatir naskahmu salah atau jelek. Semua naskah akan kami sulap jadi kisah yang menarik dan layak diterbitkan. Tutor SPNF SKB dan PKBM di Benteng siap menulis. Ayo kita menulis lis lis…………..

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =