"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Paket Sembako Dampak Bencana di Kepahiang

Kepahiang, 28/5/2019. Bencana banjir yang menimpa masyarakat di Kabupaten Kepahiang bulan lalu masih menyisakan duka yang mendalam. Karena sebagian besar penduduk adalah petani yang mengarap sawah dan berkebun kopi. Dampak banjir yang merendam daerah mereka menyebabkan sawah-sawah rusak dan perkebunan hilang tertimbun longsor. Mereka bingung untuk memulai perekonomian darimana, karena keahlian mereka hanya bertani dan bersawah itulah.

Kondisi ini kami kabarkan kepada kawan-kawan di grup whatsapps Gita Remaja Kepahiang yang anggotanya merupakan alumni SMP 1 Kepahiang angkatan 1995/1996. Mereka langsung merespon, dan Meriyanti mengalang dana untuk membantu masyarakat terkena dampak melalui teman-temannya di Jakarta. Hasilnya terkumpul dana yang cukup untuk dibagikan kepada 30 Kepala Keluarga yang membutuhkan tersebut.

Melalui Yayasan Az Zahra Kepahiang, Meri dkk menitipkan amanah untuk memberi paket bantuan dampak bencana di Kepahiang. Penerima manfaat sebanyak 30 KK yang terinci sebanyak 8 KK di desa Tanjung Alam (Lensi, Innariati, Jahin, Rina, Rosmala, Niar, Wahania, Nurhayati); 15 KK di Desa Air Hitam (Iing, Permai, Jamilludin, Zairinudin, Yamdiha, Ribut, Muke, Edi, Idil, Paijah, Burhan, Suprik, Upik marsia, Supia, Rudi Hendriadi) dan 7 KK di desa Cugung lalang (Iswandi, Malin, Dahlan, Muslimin, Eka, Nengsih, Ida).

 

Adapun paket bantuan berupa sembako yang terdiri dari Beras, Gula, Minyak, Kecap, Sprite dan Mie. Bantuan tersebut diantar langsung ke rumah warga oleh Umi Yesi bersama pendamping az Zahra yaitu Umi Imelda Andriani dan Umi Mardhatilla. Ditemani oleh ibu Kadus Desa Air Hitam, bantuan langsung diterima tanpa perantara.

 

 

Masyarakat yang menerima bantuan sangat terharu dan berterima kasih sekali. Mereka tak kuasa meneteskan air mata ketika tim az Zahra datang berkunjung dan mengantar paket sembako tersebut. Bahkan seorang nenek bercerita bagaimana heroiknya beliau menyelamatkan diri ketika air masuk ke rumahnya. “Air naik cepat sekali, saya sendiri di rumah. Saya tidak bisa membuka pintu untuk keluar, akhirnya saya nekad naik ke atas plafon rumah. Semalaman saya diatas. Air sudah menggenang dan menghanyutkan isi rumah. Esok harinya saya diselamatkan warga karena sudah lemas duduk diatas plafon. Alhamdulillah…saya masih bisa selamat”

Umi Yesi mengucapkan selamat dan bahagia melihat nenek tersebut masih bisa tersenyum meski isi rumahnya banyak yang hilang. Dia pun ikut sumringah melihat bingkisan yang kami berikan. “Terima Kasih nak, semoga kalian diberi kesehatan, umur panjang dan rejeki berlimpah” ujarnya.

“Aamiin. Ini sumbangan dari teman-teman donatur dari Jakarta Nek, kami hanya menyampaikan amanah mereka” jawab Umi menjelaskan asal dana dari bantuan paket sembako tersebut. Akhirnya semua doa dan cerita hari ini kami sampaikan kepada penyumbang. Dan Selamat Ulang Tahun buat Bunda Meri yang telah mengalang dana untuk paket sembako ini. Terima kasih…hanya Allah yang akan membalas kebaikan kalian.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − fifteen =