"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Menolak untuk kalah

Namanya Afrizal (13 tahun).
Bercita cita ingin menjadi polisi,……. jika selesai sekolah nanti.
Dia siswa DO saat kelas 3 SD karena sering di ejek dan di bully di sekolah. Suatu hari dia melakukan perlawanan diri dengan memukul teman sekelas yang sering mengejeknya. Sejak saat itu dia tidak mau lagi datang ke sekolah.
Hasil penelusuran para pendamping saat pendataan ATS bertemu afrizal, dia di bujuk dan di arahkan untuk kembali ke sekolah. Dan di daftarkan ke azzahra untuk mengikuti program kesetaraan paket A setara SD. Bekal selama 3 tahun di sekolah formal membuat afrizal sudah melek aksara. Dia sudah pandai membaca, menulis dan berhitung. Namun karena putus sekolah yang cukup lama, lebih dari 5 tahun, membuat afrizal kesulitan beradabtasi dengan teman sebayanya. Dia tidak menyukai kelompok yang terdiri dari banyak orang. Maka dia kami buatkan kelompok kecil, berjumlah 7 orang yang perlu layanan khusus.

Siswa paket A ini mempunyai 4 bersaudara yang masih kecil kecil. Jika tidak ada tatap muka di az zahra, maka afrizal berjualan mpek mpek keliling dengan berjalan kaki. Dia juga berjalan kaki ke sekolah dari kelurahan Dusun Kepahiang, tepatnya di belakang SMPN 1 Kepahiang menuju az zahra. setiap hari senin dan selasa dia berjalan kaki mulai pukul 06.00 wib dan sampai ke az zahra pukul 07.00 wib. Hal ini kami ketahui ketika suatu hari aprizal bertemu umi yesi di jalan yang biasa dia lalui. Saat itu, umi yesi akan ke dinas Capil untuk mengurus KTP anak. Bertemu aprizal yang akan pulang ke rumahnya. Umi segera meminggirkan mobil dan mengantar aprizal pulang ke rumahnya. Dari sana kami tau tempat tinggal aprizal dan perjuangannya yang berat untuk ke sekolah.

Kedua orangtua nya memang tergolong RTM, ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan (sampah). Dan ibunya memiliki cacat bawaan yang membuatnya kesulitan berjalan dan berkomunikasi dengan baik. Aprizal menolak untuk kalah dari masa lalu yang membuatnya putus sekolah. Menolak kalah dari kemiskinan yang membelitnya. Dia rela berjalan kaki selama satu jam dari rumah ke sekolah. Menolak kalah dari impian dan cita cita yang berharga. Dia ingin menjadi polisi ketika selesai sekolah nanti.

Mau bertemu anak hebat ini ? Datang dan kunjungi az zahra.
Jl. Pengabdian Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu
kontak person 0852 67887453 (Umi Yesi)

2 Responses to Menolak untuk kalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + thirteen =