"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Launching Buku Karya Pegiat Pendidikan Nonformal

Ujan Mas, 24/11/2018. Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang. Hal ini dikarenakan keikutsertaannya dalam acara Audiensi dan Launching Buku Karya Guru. Kegiatan yang digagas oleh Forum Guru Inovatif Kabupaten Kepahiang ini dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-73 tahun 2018, yang dilaksanakan di SMPN 01 Ujan Mas.

Setelah upacara peringatan HGN selesai, Bupati Kepahiang beserta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang menuju lokasi stand pameran buku yang disambut oleh enam orang penulis buku. Tak disangka, Pak Bupati langsung menuju stand Umi Yesi dan menjabat tangan Ketua PKBM tersebut sambil bertanya “Ini penulis itu yaa? Mana bukunya? Apakah sudah ber-ISBN?”

Kedatangan Bupati yang langsung meninjau standnya membuat Umi Yesi terpana untuk beberapa saat. Hingga kilauan cahaya kamera para wartawan membuyarkan keterkejutannya, dan menjawab, “Iya pak, ini bukunya sudah ber-ISBN. Dan sudah banyak laku terjual”.

Buku yang dimaksud adalah cerita pendek berjudul Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas. Buku ini menceritakan tentang Hanum, Putri Kepahiang yang aktif dan giat dalam menangani pekerja anak usia sekolah yang tidak bersekolah melalui PKBM yang dia pimpin. Pada Suatu hari bertemu dengan Andre, lelaki tampan yang hobi mengkoleksi golok sebagai barang antik yang perlu dilestarikan. Keakraban mereka terjalin melalui media whatsapp berupa diskusi menarik seputar pendidikan nonformal yang sedang viral seperti dapodik online, E-Proposal, akreditasi hingga menerbitkan buku. Perbincangan menarik lainnya adalah mengenai budaya lokal di Kabupaten Kepahiang dan tradisi membuang Tabot di Provinsi Bengkulu. Pria pencinta golok ini diam-diam diimpikan oleh Hanum untuk menjadi belahan jiwanya. Bagaimana akhir kisah mereka? Terangkum di Hamari  Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas!

Buku cerpen kedua ikut disampaikan kepada Bupati berjudul Tak Cukup Dengan Mimpi. Adalah kumpulan kisah inspiratif dari peserta didik  Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) yang menuntut ilmu di PKBM Az Zahra Kepahiang, Bengkulu. Berbagai kisah heroik, suka-duka, harapan dan cita-cita mereka diceritakan dengan bahasa yang sederhana, apik dan menarik.  Pembaca dapat benar-benar merasakan pengalaman langsung penulis dalam pengelolaan pendidikan nonformal melalui alur ceritanya. Tak cukup dengan mimpi adalah usaha keras para peserta didik dalam memperbaiki hidupnya karena tak sekolah. Mengejar impian yang tertunda. Bersama  para tutor yang setia mengabdi puluhan tahun lamanya. Mendidik sepenuh hati, agar kelak mimpi mereka bisa terealisasi.

Sinopsis dua buku ini disampaikan oleh Umi Yesi pada saat launching buku bersama penulis lainnya. Enam orang penulis yang me-launching buku hari ini adalah:

Penulis pertama Ahmad Muslim, S.Pd.MPd.Mat. Kepala Sekolah SMPN 1 Tebat Karai sekaligus Ketua Forum Guru Inovatif Kabupaten Kepahiang dan finalis guru berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional tahun 2013. Karya yang di launching berjudul Penggunaan Geometri Sketch Pad Pada Pembelajaran Matematika di SMP.

Penulis kedua Deni Haryanto, M.Pd. Guru di SMAN 3 Kepahiang. Buku yang sudah ditulis adalah Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia; Bumi Yang Tak Pernah Diam.

Penulis ketiga Alam Sahri, S.Pd. M.Pd. Guru di SMKN 4 Kepahiang. Buku karyanya yang dilaunching adalah Vicera (Inovasi Pendidikan Karakter); Paradigma Modern Model Pembelajaran Bahasa Indonesia; Antologi Cerpen “Sebening Syahadat Cinta”; Pendidikan Karakter.

Penulis keempat Ritmha Candra Ariesha, S.Pd. Guru di SMPN 01 Kepahiang. Pencetus dan pengorganisir jurnal ilmiah Provinsi Bengkulu Jurnal Wadah Tinta Guru, Menggali Folklor Sastra Lisan Beringit Suku Rejang Yang Terpendam; Bias Rasa (Kumpulan Puisi)

Penulis Kelima Helmiyesi, M.Si. Beliau adalah satu-satunya penulis dari unsur pendidikan nonformal di Kabupaten Kepahiang. Sebagai Pengelola PKBM Az Zahra Kepahiang, Ia melaunching cerpen berjudul Hamari Adhuri Kahani (Kisah Kita Yang Belum Tuntas); Tak Cukup Dengan Mimpi

Penulis keenam Mulyadi, M.Pd. Guru SMPN 1 Ujan Mas. Melaunching buku puisi berjudul Surat Untuk Bunda (Kumpulan Puisi); Gurita dan Pantai Kaur (Antologi); Kursi dan Mutasi (Antologi); Seputih Kembang Kopi Semerah Stroberi (Antologi); Swarang Patang Stupang (antologi); Janji Bulan Di Siang Hari (Antologi)

Sebagai pegiat pendidikan masyarakat yang diberi kesempatan bergabung dalam Forum Guru Inovatif Kepahiang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Umi Yesi. Diterima dan ikut bersumbangsih dalam pendidikan di Kepahiang. Bahkan ide Bupati Kepahiang untuk membuat akademi komunitas disambut baik oleh Ketua PKBM ini. Mereka siap berkolaborasi mendirikan akademi tersebut dengan menyediakan lahan seluas 2 hektare untuk pembangunannya.

Rencana membuat akademi komunitas ini sudah lama diimpikan. Tahun 2016, azzahra telah mengagas rencana tindak lanjut alumnus Paket C untuk melanjutkan pendidikannya ke akademi dengan jurusan Pemerintahan Desa. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, dimana pendidikan perangkat desa disyaratkan minimal SMA/sederajat. Akademi komunitas dapat menjadi tempat pembinaan dan pendampingan terhadap kader-kader Desa yang berminat menjadi Perangkat Desa.

Adanya wacana dari Bupati Kepahiang dan didukung Plt Kadis Dikbud Kab Kepahiang hari ini membuat gairah membangun masyarakat di Kabupaten Kepahiang semakin membara. Semoga mimpi ini segera terwujud dan menjadi warisan pendidikan guna mencerdaskan anak bangsa.

Selamat Hari Guru Nasional!

Selamat HUT PGRI ke-73 tahun 2018

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 3 =