"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Kami Sudah di Imunisasi MR, Kamu Kapan ?

Kepahiang, 1/9/2018. Berdasarkan surat Kepala Puskesmas Pasar Kepahiang nomor 800/246/PKM.PS KPH/2018 tertanggal 30 Juli 2018 tentang pelaksanaan imunisasi campak rubella (MR), maka kami telah menyampaikan surat pemberitahuan  dan izin kepada orang tua/wali murid agar peserta didik PAUD, Paket A dan paket B dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Hasilnya sebagian besar orang tua siswa PAUD tidak mengizinkan anaknya di suntik dengan alasan yang beraneka ragam. Ada yang bilang anaknya tidak pernah di imunisasi, ada yang khawatir dengan kehalalan vaksin bahkan ada yang ektrem dengan berkata takut anaknya mati. Sementara untuk siswa paket A banyak yang bersedia di suntik dan ada sebagian yang sudah di suntik di Posyandu desa. Untuk siswa paket B tidak semua hadir karena hari sabtu memang bukan jadwal pertemuan tatap muka mereka. Jadwal tatap muka paket B adalah hari rabu dan kamis.

Meski mendapat penolakan dan argumen pedas dari masyarakat, namun ke empat tim kesehatan Puskesmas Pasar Kepahiang ini tetap menjalankan tugasnya dengan semaksimal mungkin. Mereka yang datang bertugas ke PAUD at thoriq dan PKBM Az Zahra hari ini adalah Ataniyallahuhair, Amd.Keb; Hilda Marina, Amd.Keb; Ayu Permata Lestari, Amd.Gz dan Oktari nando, S.kep.

Nyak panggilan akrab Ataniyallahuhair menyampaikan bahwa imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi Rubella pada saat kehamilan.

Sementara itu, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2016 sebelumnya telah menyatakan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar dalam mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Vaksin yang digunakan dalam kampanye kesehatan ini juga telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Singkatnya, Vaksin MR dinyatakan aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Namun, adanya berita berita hoak yang tersebar di media sosial (medsos) berdampak besar pada pelaksaan  imunisasi campak rubella (MR) sehingga masyarakat menjadi gamang dan ragu untuk mengikutinya. Pelaksanaan imunisasi yang di mulai tanggal 2 Agustus ini belum mencapai target yang di harapkan. Puskesmas pasar kepahiang menargetkan sekitar 6000 anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun untuk imunisasi ini. Akan tetapi adanya kabar hoak dan pemahaman keliru yang senantiasa di sampaikan medsos berdampak pada minimnya keikutsertaan anak dalam imunisasi. Bahkan beberapa sekolah yang siswanya banyak, hanya 1% siswa yang bersedia di suntik.

Hambatan lainnya adalah kondisi anak yang tidak sehat, misal sedang batuk dan flu. Untuk melakukan imunisasi di harapkan siswa sarapan terlebih dahulu, dan pastikan keadaan siswa dalam kondisi sehat (tidak demam, flu, batuk, diare, penyakit berat lainnya dan dalam masa pemulihan. Untuk siswa yang sedang sakit ini, tim medis menganjurkan agar siswa datang ke puskesmas untuk di imunisasi jika sudah sehat.

Umi yesi, ketua PKBM az Zahra Kepahiang mengucapkan terima kasih atas kedatangan Tim Kesehatan Puskesmas Pasar Kepahiang yang telah melakukan pelayanan di lembaganya. Beliau mendukung dan mengapresiasi kegiatan imunisasi campak dan rubella ini. Sangat di sayangkan jika vaksin yang mahal harganya ini tidak di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat Kepahiang.

“Menurut informasi harga vaksin MR itu 750 ribu rupiah, nah…pemerintah sudah memfasilitasi secara gratis dan di datangi langsung ke sekolah…masa kita tolak. Saya menganjurkan semua siswa PAUD, Paket A dan Paket B di bawah naungan az Zahra untuk mengikuti kegiatan tersebut. Jika anak demam setelah suntik, itu hal yang normal. Artinya ada reaksi di dalam tubuh anak. Dan bila demam tidak turun, pihak puskesmas akan membantu memberi obat. Artinya tidak ada yang perlu di takuti”.

Nyak dan Tim Kesehatan Puskesmas Pasar Kepahiang mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan lembaga dan kesediaan anak anak pendidikan nonformal mengikuti imunisasi MR ini. Mereka pamit untuk melanjutkan tugas di sekolah sekolah lainnya.

Terima kasih

Kami sudah di imunisasi MR

Kamu kapan ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =