"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Hari orang tua mengantar anak pertama sekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang

Kepahiang, 15 Juli 2019. Hari orang tua mengantar anak pertama sekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang

Dalam rangka memulai proses belajar dan mengajar tahun pelajaran 2019/2020, PKBM Az Zahra mengundang orangtua/wali yang mengikuti Program Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) untuk mengantar anak pertama sekali sekolah di PKBM.

 

Kegiatan ini dilaksanakan Minggu, 14 Juli 2019 pukul 09.00 wib. Dihadiri oleh Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Emi Parida Kasie Kurikulum, Lilik Ulwiyah Kasie Peserta Didik, Sapta Lasta Putra Camat Kepahiang, Hengki Ketua PKBM Sulthon dan beberapa orang Mahasiswa KKN dari Universitas Bengkulu.

 

Umi Yesi menyampaikan bahwa kegiatan orangtua mengantar anak pertama kali ke PKBM ini sudah dimulai sejak tahun 2016 mengikuti intruksi Bapak Anies Baswedan saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, dan rutin dilaksanakan hingga saat ini. Tujuannya antara lain untuk menyampaikan visi, misi dan mensosialisasikan program-program yang ada di PKBM. Menjalin kedekatan antara anak dan orang tua dengan pengurus dan tutor yang akan membimbing pendidikan anak mereka. Meminimalisir rasa kurang percaya diri anak yang akan kembali bersekolah karena sudah lama putus sekolah. Dengan adanya orangtua mengantar anak ke PKBM ini akan meningkatkan rasa percaya diri mereka sebab ternyata banyak teman sebaya yang mengalami nasib serupa dengan mereka.

 

Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang menyampaikan apresiasi kepada orangtua yang telah berhasil membujuk anak-anaknya agar kembali bersekolah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang hadir disini, perlu diketahui bahwa ada 1.005 anak usia sekolah yang tidak bersekolah berdasarkan data ATS tahun 2017. Dan saat ini ada 7 lembaga PKBM di Kepahiang yang aktif melayani anak-anak yang tidak sekolah tersebut agar kembali bersekolah, terbesar jumlahnya bersekolah di PKBM Az Zahra ini” ujarnya.

 

Sapta Lasta Putra Camat Kepahiang ikut memberikan arahan dan pesan kepada orangtua/wali yang mengantar anaknya sekolah di PKBM. ”Pendidikan itu hak semua anak, maka orangtua punya kewajiban untuk menyekolahkan anaknya hingga minimal jenjang SMA. Hari ini bapak/ibu diperkenalkan tentang sekolah nonformal dan tatacaranya, maka ikuti aturan dan dukung anak supaya aktif mengikuti tatap muka seperti jadwal yang sudah ditentukan. Selain ilmu, anak juga perlu dibekali keterampilan. Nanti akan saya arahkan agar anak-anak ini dapat mengikuti pelatihan/kursus yang dilaksanakan di BLK atau di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja” ujarnya.

 

Kegiatan orangtua mengantar anak ke PKBM diakhiri dengan tanya jawab dan testimoni alumni paket A dan paket B yang melanjutkan pendidikan kembali ke PKBM Az Zahra. Salah satunya Ibu Sulastri memberikan testimoni, “Saya mendaftarkan 4 orang anak saya ke PKBM Az Zahra Kepahiang. Mereka ikut paket A yaitu Ramadhan (7 tahun), Marvel (9 tahun), dan si kembar Rina, Rini yang berusia 14 tahun. Anak-anak itu sendiri yang minta sekolah di sini” Ujarnya tersenyum ceria.

Sementara itu Ibu Ramdan Aryani memberikan pengakuan bahwa ketiga anaknya sekolah di Az zahra tahun lalu dan akan melanjutkan kejenjang berikutnya. “Anak saya ada 3 orang yang sekolah di Az zahra, Maikel tamat paket A dan akan lanjut ke Paket B, Riki naik ke kelas IX paket B dan anak tertua bernama Kemuning yang tamat paket B akan lanjut ke Paket C kelas X. Saya berterima kasih sama Umi Yesi dan guru-guru di sini. Anak kami sekolah gratis tanpa biaya sama sekali, bahkan bulan lalu anak kami dapat uang dari PIP. Maikel mendapat 450 ribu, Riki mendapat uang 1 juta dan kemuning mendapat PIP sebesar 750 ribu. Sekarang kami akan daftar ulang kembali” senyumnya sumringah. 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 8 =