"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Di Dukung Suami, Kelas Membatik Kian Menarik

Di Dukung Suami, Pengrajin Batik Makin Bersinar

Setiap hari Minggu pukul 09.00 wib, Pengrajin Batik Diwo Kepahiang sudah memulai aktifitas mereka di Rumah Kreatif Batik Dewo Desa Sidorejo yang tak jauh dari objek wisata Mountain Valley Kabawetan. Aktifitas tersebut rutin mereka lakoni sejak awal bulan Januari 2020 dan semakin terlihat hasil yang nyata.

Ada berita gembira yang mereka sampaikan melalui grup Whatsapps, bahwa hari ini beberapa suami ikut mendukung kelas membatik dengan cara membuat penyangga kayu untuk memudahkan istrinya mencanting. Perhatian dan dukungan suami ini tentu membuat kami bangga. Artinya para suami senang dengan aktifitas yang sedang dijalani isteri mereka. Dan bentuk perhatian mereka dengan cara membuatkan penyangga tersebut. Mereka menyebut alat bantu tersebut plagrangan/gawangan yaitu kayu reng berbentuk segi empat dengan kaki penyangga untuk meletakkan dasar kain yang akan di canting. Tujuannya agar kain tidak kotor/kusut sehingga memudahkan proses pencantingan.

 

Nurhayati dan Ernawati yang menjadi pelatih kelas membatik menerangkan bahwa proses membuat batik tulis tidaklah rumit, caranya adalah siapkan kain dan pola yang akan dijiplak lalu dijiplak dengan pensil dengan posisi pola dibawah kain. Panaskan lilin lalu bisa memulai mencanting (mengoles kain dengan lilin), Mewarnai sesuai keinginan, Mewater glass diamkan 12 -24 jam. Dilanjutkan dengan mencuci, membilas dan merendam kain yang sudah diwater glass 6-12 jam. Melorod yaitu melepas lilin dengan merebus menggunakan soda abu. Dan terakhir menjemur kain hingga menyetrika ketika kain sudah di keringkan.

 

Hasilnya adalah batik tulis yang khas karena mengunakan motif Kepahiang yang di dominansi dengan bentuk daun dan biji kopi atau hasil pertanian lainnya. Serta huruf lingkung/kha ga nga.

Adanya keterlibatan dan dukungan suami dalam kelas batik tulis ini adalah kebahagiaan. Hal ini berimbas positif dan nyata terlihat dari senyum ceria para isteri ketika memulai kelas pagi ini. Suport suami dalam kelas menjadi penyemangat mereka. Maka tak heran disela-sela mencanting, ibu-ibu ini tertawa ceria sambil membanggakan dukungan suami mereka.

Terima kasih buat suami-suami yang telah turut serta mewarnai kelas kami. Tak salah jika ada ungkapan, bahagiakan perempuanmu niscaya seisi rumah dan lingkunganpun turut bahagia. Dukungan suami dalam membatik membuat para isteri semakin bersinar. Kelaspun menjadi asyik dan menarik. Mereka siap menerima dan mengerjakan orderan yang sudah berdatangan, mulai dari sapu tangan cantik untuk anak-anak remaja yang sedang kasmaran, sebagai hadiah/kado sang pujaan. Taplak meja organisasi/komunitas dan baju-baju batik pasangan suami isteri ataupun seragam sekolah.

 

Yang berminat bisa langsung menghubungi koordinator kelas membatik, Umi Sri Wanti di nomor hp/wa 0813-6950-9986 atau langsung dengan pelatih batik Ibu Nurhayati di nomor Hp/wa 0813-67468605. Ditunggu orderannya yaaa…..

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =