"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Asisten 2 Kepahiang Membuka Kegiatan PKW Batik Diwo Tahun 2021

Zahra Publishing. Asisten 2 Kepahiang Membuka Kegiatan PKW Batik Diwo Tahun 2021

Sudarno Kusuma, SKM, MM. Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kepahiang hadir dan membuka kegiatan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan keterampilan Batik Diwo Kepahiang, Senin, 21 Juni 2021. Hadir pula Dr. Hartono,S.Pd.M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Hermansyah,S.Sos Camat Bermani Ilir dan Kristian Adiwijaya,SE, Tenaga Ahli BUMDES P3MD.

Dalam sambutannya, Sudarno menyambut baik program PKW yang dilaksanakan oleh PKBM Az zahra Kepahiang ini. Beliau sangat antusias dan memotivasi para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Beliau juga menghimbau agar tamu undangan tidak lagi disambut dengan kalungan bunga, melainkan disambut dengan kalungan syal batik diwo.

“Saya berharap jika ada tamu yang datang dapat disambut dengan syal batik diwo, supaya mereka mereka mengetahui keindahan dan keunikan batik kita, batik khas kabupaten kepahiang. Kami juga akan mendukung dan mensuport kegiatan-kegiatan seperti ini terutama mengenai pemasaran. Jadi ikutilah kegiatan ini sampai dengan selesai, kami akan beli dan bantu pasarkan nantinya.”

Senada dengan sambutan asisten 2, Kadis Dikbud Kab Kepahiang juga memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PKW ini. Beliau selalu hadir dan memberikan dukungan kepada PKBM Az zahra Kepahiang dalam hal menciptakan wirausaha baru terutama pengrajin batik diwo. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) ini adalah merupakan program bantuan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan kemdikbudristek yang bertujuan untuk menyiapkan SDM di Indonesia yang terampil, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kemampuan berinovasi.

Terakhir, Kristian,  Tenaga Ahli Bumdes P3MD menyampaikan bahwa mereka akan membantu memberikan dampingan kepada para pengrajin dan mengusahakan agar desa dapat ikut menganggarkan kegiatan pelatihan membatik ini. Hal ini dikarenakan peserta berasal dari tiga desa yaitu Desa Taba Baru, Desa Limbur Lama dan Desa Batu Bandung.Bumdes dapat ikut serta memberikan bantuan permodalan untuk keberlanjutan program membatik. Setiap desa memiliki kewenangan untuk memajukan daerahnya. Salah satunya adalah program pemberdayaan berupa keterampilan batik diwo ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + five =